Saya yang masih ‘alergi’ dengan film-film Indonesia ini pada suatu hari memberanikan diri untuk menonton sebuah film berjudul Wakil Rakyat ini. Itupun karena dibintangi oleh Tora Sudiro yang menurut saya adalah salah satu artis yang punya ke-original-natural-an karakter.

O ya, maksud saya adalah sbagian besar, tidak semua film Indonesia, dengan kata lain, sedikit sekali, film  Indonesia yang bagus. Yang menjadi factor lemah adalah lemah di cerita, acting, setting, penyutradaraan dan screenplay kamera (sering disebut sinematografi). Haduh… emosinya gak masuk gitu lo. Ada beberapa film yang saya apresiasi bagus, cek saja di kategori ‘Movie’ saya.

Dan kemudian saya iseng nonton Wakil Rakyat ini.. nah tuh.. bener kan. Sooooow hiperbolik. Komen saya kesian ma si Tora yang jadi gak keluar naturalnya.. si sutradara rupanya punya keinginan laen, akhirnya jadilah film ini. Tipikal film Indonesia, hiperbola dan penuh kebetulan. Masih mmengandalkan tampang ayu ganteng para pemainnya. Fiuhhh…

Yang cukup menolong malah si Marwoto dan Yati Pesek yang bisa menyelipkan acting humor natural sesuai karakter mereka. Mungkin kebanyakan penonton malah Cuma inget adegan mereka kali ya… Salut juga buat Jaja Miharja. Sesuai.

Jadi, sory… film ini saya tonton sampai habis memang (karena nonton bareng sama pacar) tapi bolak balik saya sambi aktifitas laen gitu, bikin jus, bikin nasgor, cek email, update facebook dll 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *
Email *
Website