Hari ini saya pertama kali pergi ke Bali dengan menyetir sendirian sbuah mobil retro Daihatsu Charade 1000cc. Alhamdulillah perjalanan lancar dan nyampe dengan tak kurang suatu apapun. Berangkat jam 4.30 pagi sampai di Nusa Dua Bali jam 5 sore, terkena macet di Imam Bonjol dan Sunset Road pas jam pulang kerja, andaikata lancar mungkin bisa 1 jam lebih awal. Terpotong waktu salat di Banyuwangi 15 menit dan makan di Denpasar 15 menit.

Salah satu catatan yang perlu saya sharing adalah :

  1. JALAN RAYA. Salut dengan Bali tentang jalan rayanya. Meski sudah berkali-kali saya lewati, tapi baru kali ini terasa betul bahwa jalan di rute Malang-Banyuwangi dan Gilimanuk-Nusa Dua terasa jauh berbeda. Jalan raya di Bali mulussss. Membuat perjalanan jadi lebih nyaman. Pada saat perjalanan darat 4 bulan lalu kalo gak salah, jalur Malang-Banyuwangi terutama di daerah situbondo sedang dilakukan perbaikan jalan, ditebelin dan dialusin, tapi entah kenapa sampai sekarang saya lewat kok belum juga selesai. Kemudian yang sudah selesai pun kualitasnya tidak halus, cuma tebal dan rata, apa memang sudah selesai begitu ya? mudah2an belum. Marka jalan juga belum dicetak dan rambu kiri-kanan masih sangat minim. Sementara di jalur Bali, mulai keluar Gilimanuk, langsung badan saya tidak lagi bergoncang (maklum mobil jadul), kualitas finishing halus, marka jalan lengkap (tepi dan tengah) dan sepanjang jalan selalu ada rambu jalan berkelok atau dilarang mendahului. Angkat topi untuk Bali dalam hal ini. Kendaraan bisa saya pacu maksimal disini.
  2. KENDARAAN. Daihatsu Charade G10 th 1982. Mobil saya isi fulltank di Bedali. 118ribu. Sebagian tanki sudah terisi, kalo dari keadaan kosong biasanya 135ribu. Mobil saya pacu dengan kecepatan rata-rata 80kpj. Macet di Pasuruan, tapi sepi di Paiton. Malah sempat adu balap sebentar ma sebuah Honda Civic yang kaget karena disalip sama sebuah ‘Charade’ kali..:D. Topspeednya sementara 110kpj. Sampai di Nusa Dua tanki masih tinggal seperempat, berarti asumsikanlah kembali ke keadaan sebelum saya isi bensin tadi lebih dikits (saat menulis ini blom saya isi ulang).  Berarti untuk FCnya bisa dihitung 100rebu = 22 liter / jarak Malang-Nusadua +- 400km = 1/18. Hmm mungkin blum akurat. Besok saya isi full lagi biar lebih pasti dan saya cari jarak Malang-Nusadua lebih akurat. Sayang saya tidak mencatat angkat distancemeter di speedonya.
  3. PERFORMA KENDARAAN. Mengendarai mobil retro dan menyalip mobil-mobil baru adalah sensasional! ALhamdulillah kondisi kendaraan fit. Entah kenapa jarang saya disalip sama mobil lain, justru saya yang selalu menyalip, mungkin mereka kebanyakan orang wisata kali ya, sepanjang perjalanan banyak plat B, D, AB dan AD yang saya salip. Mungkin mereka belum tahu medan dan sengaja menikmati perjalanan. Hanya beberapa kali saya disalip sama mobil barang yang nyetir kayak dikejar setan, mungkin lagi kjar setoran kali..:D hehe. Jalurnya yang berkelok-kelok dan naik turun menjadi salah satu keuntungan buat mobil kecil seperti Charade ini. Sering dalam tikungan disaat mobil lain bergerak pelan dibelakang truk, saya langsung masuk dan mengambil resiko berpapasan, meskipun saya juga tidak membabi buta. Perkiraan saya dengan ukuran kecil ini lebih bisa masuk dengan cepat dan juga saya sedikit hapal medan. Didalam kota sering juga saya ambil jalur kiri, hehe sori ya, mobil gede gak cukup sih..

Demikian laporan sementara perjalanan ini. Datang langsung diajak makan2 sama teman-teman. Capek. Tidur sebentar, panasssss. Jam 1 malam bangun kehausan, langsung ngetik laporan ini hehe.. to be continued.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *
Email *
Website