zte-review

Spec teknis: Processor=1 GHz MSM8255, Size Dimensions (mm) = 190 x 110 x 12.6, Weight (g)=403, Display=Capacitive MuitiTouch, 16M Colors, Size= 7 Inches, 1024×600 pixels, Internal (MB)= 512 MB RAM + 8GB ROM, Expansion= microSD, up to 32GB, Battery Type= Standard battery, Li-Ion 3400 mAh, Customization= Yes, Audio Format= MP3, MP3 Player= Yes, SMS= Yes, MMS=Yes, EMS= No, Email= Yes, Phone call= yes, Connectivity HSDPA= Yes, HSDPA 7.2Mbps / HSUPA 5.76 Mbps, EDGE= Yes, Bluetooth= Yes v2.1, 3G= Yes, GPRS= Yes, Infrared (IrDA)= No, USB Port= Yes, WIFI/WLAN= Yes, Data Cable= Yes, GPS= Yes, Platform OS= Android OS – 2.3 Gingerbread, Camera Lens Type CMOS, 3.2 Megapixel, Front Camera= Yes VGA

(yang saya bold adalah pertimbangan kelebihan dibanding tablet pesaingnya)

***

Kebutuhan saya adalah tablet phone Android. Saya tidak tertarik tablet yg tidak berfungsi phone karena terlalu banyak pengorbanan buat saya :). Saya musti bawa hape sendiri, tablet sendiri, kalo mau konek musti cari-cari wifi sementara yang bisa dikerjakan di sebuah tablet Android tanpa koneksi tak lebih dari main game, ngetik artikel atau menonton film, it’s not worth it. Dan saya tidak mencari yang 10”, karena saya pikir masih terlalu berat. Pengalaman membawa laptop mulai dari yang 17”, 14” lalu netbook 10” yang terkadang bikin ribet menjadi alas an saya ingin cari yang 7” atau 8” saja. Hape mungkin masih saya bawa tapi andai ketinggalan pun gak terlalu bingung karena tabletphone ini sudah berfungsi.

Sebelumnya saya sudah compare dan mencoba-coba beberapa pesaing sekelasnya yaitu Huawei Ideos S7 Slim, Olivepad, Samsung Galaxy Tab7 Plus, dan Axioo Picopad. Selain itu ada beberapa tablet yang kebetulan saya coba untuk keperluan kantor, meskipun agak lain fungsi, yaitu Acer Iconia A  dan Acer Iconia W. Kedua Acer ini adalah 10”.

Ada beberapa tablet yang tersedia tapi tidak saya sentuh untuk mencoba karena speknya dibawahnya dan info dari berbagai forum, Huawei Ideos S7 (baterai boros dan MAh kecil), ZTE Light Tab (800×400, CPU Clock : 600 MHz) atau terlalu rendah seperti  IMO Tab X3, (layarnya masih resistive)

Sebelum saya bayar, tentunya saya coba dulu di tokonya. Tentunya tidak bisa terlalu detail. Secara cepat saya masukkan sim card untuk mencoba fungsi telepon dan sms. Si doi langsung mengenali jaringan AXIS. Telephone ok sms ok. Sementara fungsi tablet (touch screen, auto rotate, speaker, HF) dengan os Androidnya bekerja normal. Agak deg-degan juga karena fungsi internetnya blom coba karena kartu AXIS saya tidak berisi paket internet dan tidak ada sinyal wifi di toko itu.

Baru di rumah saya pasang kartu telkomsel flash yang sudah berisi paket internet unlimited. Cara pasang kartunya musti lepas batere, persis seperti hape, tidak seperti Samsung yang tinggal colok di slot sampingnya. Secara si doi langsung manut mengenal jaringan telkomsel, setting APN dan wusshh.. koneksi data langsung tersambung. Segera dia saya persilahkan sedot berbagai perlengkapan yang diperlukan dari pasar malam Android Marketnya.

Malam itu saya butuh waktu sekitar 3 jam untuk charge sampai penuh. Jam 11 malam charge saya lepas dan kemudian saya pakai dengan kondisi koneksi data aktif, via gsm dan wifi, main game, film, baru baterai jadi merah kurang dari 10% jam 5 pagi sehari sesudahnya. Mm jadi sekitar 34 jam. Saya belum coba talktimenya karena blom saya buat telepon lama. Lumayan bagus lah. Entah ya kalo Samsung baterainya tahan berapa lama.

Dalam 34 jam itu si doi sempat hang waktu saya buat dunlud beberapa aplikasi dari Android Market berbarengan dan hendak saya pakai motret dalam waktu bersamaan. Hang. Saya tunggu sekitar 2 menit tetep aja. AKhirnya baterai saya lepas. Hmm kemungkinan karena multitasking dianggap terlalu berat hingga dia pusing. Sementara saya pakai normal-normal hingga saat ini belum sempat hang lagi.

Ukuran 7″ memang membutuhkan handle lebih daripada hape kecil. Saya yang suka sembarangan ini jadi musti belajar lebih ‘take care’ membawanya. Tapi masih agak lumayan karena sya terbiasa bawa buku agenda kemana-mana, buat nyatet berbagai macam keperluan kayak bang madit :).

Dibanding Samsung Galaxy 7 plus, beda harganya hingga 2 juta. Kelebihan branding, processor, kamera dan versi os Honeycomb saya putuskan gak terlalu berharga untuk saya tebus seharga itu kecuali anda punya anggaran lebih. Saya pribadi selalu memasukkan faktor valuable price untuk mereview sebuah hardware.

Overall saya merasa happy sama si doi.

Link lain :

Perbandingan specs : http://www.91mobiles.com/compare/Huawei/IDEOS+S7/vs/ZTE/V9/vs/Samsung/Galaxy+Tab+8.9+16GB+WiFi+and+3G.html

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *
Email *
Website