Sebagai pemakai internet 10 jam sehari, pastinya saya langsung mengetahui ada sebuah toko online yang baru bernama LAZADA.CO.ID. Iklannya ada dimana-mana di berbagai ads di berbagai situs. Sangat menggebrak. Kesan pertama saya Lazada adalah sebuah perusahaan professional yang serius berjualan online.

Design iklannya pixel perfect dan profesional. Frekwensi  tampilnya aktif bahkan terbilang sangat aktif mulai dari situs-situs populer hingga yang kurang populer, banner Lazada senantisa ada. Bisa jadi tinggal kita tunggu saja kemunculan iklannya di televisi seperti tokoba**s.com dan berni**a.com.

Websitenya rapi, full fitur dan full info. Sebagai programmer saya bisa mengetahui bahwa aplikasinya dibuat secara custom tidak menggunakan aplikasi-aplikasi shoping cart yang siap pakai seperti presta, magento, atau zencart.  Meskipun mungkin mereka membuatnya dari sebuah framework tapi mereka berhasil dan memiliki kemampuan untuk men-customisasinya.

Mengetahui hal-hal tersebut adalah penting karena secara tidak langsung indikator kepercayaan belanja dari pelanggan atau calon pelanggan menjadi lebih tinggi. Sebagai pendatang baru, tentu sahaja Lazada belum punya reputasi yang cukup lama terbukti, maka kebonafidan penampilan dalam segala aspek adalah ujung tombaknya.

Oke, saya mengakui : it works..  Strategi kebonafidan penampilan ini telah menarik saya dari seorang pengunjung menjadi seorang pembeli. Saya coba mendaftar dan mulai berselancar di dalam halaman-halaman Lazada. Saya merencanakan hanya ingin menguji pengalaman belanja online di Lazada, karenanya saya bermaksud untuk membeli barang-barang berharga ringan yang andaikata terjadi sesuatu yang buruk (bisa jadi ini sebuah perusahaan abal-abal) maka saya tidak sampai menangis bombay karena kehilangan uang.

Saya seorang yang berpengalaman membeli online. Level belanja online teraman adalah ketika si penjual menyediakan pihak ketiga untuk rekening bersama atau biasa disebut Escrow. Tapi rekber biasanya hanya dipakai untuk para penjual individu bukan toko. Sementara toko-toko online kebanyakan tidak menyediakan layanan rekening bersama, maka tentu saja toko online yang benar haruslah bekerja lebih keras untuk dapat meyakinkan calon pembeli supaya bersedia mentransfer uang langsung ke rekening mereka. Dan Lazada adalah salah satu yang telah bekerja cukup keras untuk itu dengan memberikan bombardir iklan dan tampilan webnya yang segera diketahui oleh orang awam bahwa hal tersebut membutuhkan modal yang bukan ukuran ‘iseng doang’.

Singkat cerita saya sengaja mengorder barang seharga 200ribuan dan menggunakan kupon voucher 50ribu yang saya terima dari pendaftaran baru. Lalu saya memilih cara pembayaran langsung ditempat atau Cash On Delivery. FYI, saya berdomisili di Denpasar Bali. Tentunya pengiriman tidak sekedar tarif dalam kota, tapi bahkan luar pulau. Saya kira ini adalah opsi paling rewel dari seorang pembeli.  Sudah belanja sedikit, minta diskon, dikirim gratis dan bayarnya di belakang lagi..

Tapi baiklah mari kita lihat apakah dengan opsi ini Lazada mampu memenuhinya? Sehari setelah order saya ditelepon oleh CS dari nomer area Jakarta untuk konfirmasi order dan sampai saat saya menulis artikel ini sudah hampir 12 hari pesanan saya berupa sebuah helm dan buku belum juga tiba di rumah. Sampai saat ini saya masih cukup merasa konfiden dengan lazada karena barusan saya menerima email bahwa nomer resi pengiriman sudah dikirim dan sudah saya cek di www.firstlogistics.co.id memang ada.

Mari kita tunggu beberapa hari lagi..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *
Email *
Website