aagymMasih  teringat apa yang dikatakan AA Gym, waktu itu pas acara makan siang bersama di sebuah rumah makan di Malang, sambil makan dalam suasana santai beliau tanya “Lebih cepat mana jalannya kita yang mendatangi rizki atau rizki yang mendatangi kita?”.. hadirin sesaat berpikir tapi belum sempat ada yang jawab beliau melanjutkan yang intinya sebagai berikut. Kita makan sekarang ini dari rumah kesini Cuma berapa kilometer, sudah ketemu dengan semua hidangan ini, sementara kalau kita telusuri ini ada nasi dari mana, asal sawahnya mungkin ratusan kilometer darisini, ikan lautnya, bumbu-bumbunya, dagingnya dan lain-lain. Jadi ternyata lauk pauk ini berjalan lebih jauh dan lebih cepat mendatangi kita dari pada kita mendatangi mereka. Begitu pula dengan rizki-rizki yang lain, subhanallah. Maka nikmat Tuhan mana lagi yang kamu lupa syukuri?

Mensyukuri apa yang ada memang nikmat, lebih syukur lagi jika yang ada itu adalah yang kita sukai. Seperti halnya dari sekian warung nasi padang, yang paling enak adalah ada di deket rumah, gak perlu jauh-jauh jadi bisa langganan tiap hari. Juga adanya penjual nasi bungkus deket kantor yang jual nasi adem pulen + weci empuk + es degan + sambel gak terlalu pedes. Sebuah detail kombinasi yang awalnya hanya ada dalam mimpi saya tapi kok ternyata ada dan deket.

Dalam 1 juta kilometer perjalanan hidup, entah berapa kali saya dan mungkin Anda, keblusuk ke sebuah warung yang tidak cocok masakannya dan menjadikan kita badmood, sebaliknya jika makannya enak sesuai selera yang bisa jadi amat sederhana bisa menjadikan kita gembira ria.

Maka jika warung padang “Sahabat” adalah nikmat nomer #99998 maka warung nasi Bu Blitar ini adalah nikmat nomer #99999, meskipun ini cuma nomer semu because if ye count the favors of Allah, surely you can not count 🙂 Alhamdulilah..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *
Email *
Website

Unable to load the Are You a Human PlayThru™. Please contact the site owner to report the problem.