sikepuKebutuhan saya adalah sebuah motor turing yang bisa buat harian. Motor turing biasanya bergaya naked dan ridernya duduk tegak. Saya tidak terlalu membutuhkan motor sport yang bergaya nungging. Keren dilihat tapi capek buat jalan jauh apalagi kalo ada boncenger.

Ini adalah motor Bajaj Pulsar 200. Mesin standar. Belum dibore-up, belum di stroke-up. Cuma diporting polish. Buat yang belum tahu apa itu porting n polish, simpelnya adalah menghaluskan permukaan saluran kabut dari karburator ke ruang bakar. Gunanya agar supaya aliran kabut yang dihasilkan oleh kaburator menjadi lebih lancar masuknya, walhasil pembakaran dalam blok menjadi lebih sempurna. Hasilnya torsi (tarikan) dan topspeed diharapkan meningkat.

Porting n polish ini sebenarnya masih debatable karena sebagian ahli mengatakan itu penting karena produk massal suatu pabrik belum tentu tersentuh sempurna satu persatu, sebagian ahli mengatakan pnp ini tidak perlu malah membuat boros. Yang jelas saya merasakan adanya peningkatan torsi setelah di pnp.

Bobot

Pulsar ini asli bobotnya sudah berat. Sekitar 130kg. Kemudian saya tambahkan dan ganti beberapa bagian sehingga menjadi lebih berat. Pulsar ni gak cocok buat mereka yang sering parkir di area2 sempit dan maju mundur apalagi pake geser-geser motor, pasti bakal pegel2. Vixion, tiger, atau byson masih lebih enteng. Pokoknya asumsikan aja sebuah moge.

Tenaga

Tapi begitu dijalankan, pzoo ini nyaman sekali. Stang standar terasa terlalu rendah, makanya saya tambahkan raiser dan stang saya ganti model byson merk Baros. Stang model byson ini nyaman sekali untuk turing style. Pzoo ini tarikannya enteng, minim getar. Suspensinya masih dualshock tapi nyaman sekali bantingannya, memang terlihat jadul tapi saya tidak ingin mengubahnya jadi monoshock di bengkel2 sembarangan. Beberapa motor yang dirubah jadi monoshock secara sembarangan berefek samping tidak presisi, bantingannya keras. Nantilah jika ada rejeki lebih pengin jadikan monoshock yang bagus sekalian. Sementara kebutuhan monoshcok adalah sekunder, tidak ada fungsi yang dicapai, cuma penampilan, jadi tidak urgen.

Knalpot

Yang gak saya sukai adalah tampang knalpotnya. Juadul pol. Bulat gitu aja. Tapi teknologinya canggih. Suara senyap dan tenaga ngisi terus. Kerasa ada tendangan baliknya jadi tidak ngempos. Saya bisa bilang ini karena saya punya knalpot racingnya. Buatan anak Bandung merk Abbys Performance. Pakai knalpot asli suaranya senyap, sempat 2 kali ada orang nyelonong ke kanan karena tidak dengar saya mau lewat. Lalu saya pasang knalpot racing yang bersuara gahar, meskipun masih kategori sopan karena glasswoll nya selalu saya penuhi. Alhasil tidak pernah ada orang nylonong. Tapi kok rasanya gak ada peningkatan tenaga yang signifikan, padahal klaim dari vendornya, pemakaian knalpot ini bisa memberi peningkatan hampir 2-3 HP (horse power).

Sesuai saran teman2 saya harus melakukan setting ulang dikarbu dan sudah saya lakukan sendiri, tapi mungkin karena kurang ahli jadi belum juga pengaruh. Satu-satunya yang saya capai adalah menghilangkan 95% efek nembak ketika lepas gas. Mungkin saja saya harus melakukan jetting alias ganti pilot jet di karbu. Hmmm males ah, nyari PJ dan MJ pulsar rada susah, lagipula saya keburu pusing sendiri sama suara gaharnya. Saya lebih menikmati kesenyapan waktu berkendara. Musik di earphone lebih nyaman dinikmati. Sering juga sih pengendara yang agak kaget waktu tersalip tanpa suara.. hehe maap. Kembali saya pasang knalpot senyap dan 2 hari kemudian ada orang nyelonong lagi.. oalah.

FCDengan teknologi 2 busi saya dapat FC (fuel consumption) 1:42 untuk luar kota. Lumayan irit untuk ukuran 200cc. Premium aja. Sesekali saya campurin pertamax atau cairan penghemat merek Norival.

Sparepart

Meskipun pzoo ini sudah tidak produksi lagi, kebetulan di Bali sparepartnya tidak susah. Ada satu dealer besar yang masih buka selain itu dukungan dari komunitas cukup banyak. Kampas kopling sudah saya subtitusi pakai Scorpio, daleman lainnya belum pernah ganti. Gearset bisa pakai punya Indopart. Pakai orinya pun tidak terlalu mahal. 300ribu. Kabarnya gearset Tiger atau Vixion sampe 600rb. Aksesoris pastilah tidak semelimpah mopang, too mainstreamlah.. namanya juga moge hehe.

Dengan tinggi 167cm kaki saya masih jinjit. Apalagi ketika saya pasang ban belakang ukuran 150 di velg standar, jadilah dia makin naik. Maka sadel saya kerok dikit, eh malah keren menurut saya. Sadel belakang saya tambahin biar rata. Selain berfungsi boncenger nyaman, bisa buat sandar dikit waktu turing dan terlihat jadi kayak single seater hehe.

Sesudah 10rb km perjalanan turing, mesin si pzoo tetap halus tanpa stress.. jos!. Kayaknya oli yang nyaman adalah Shell helix 15-50W. Hanya saja dirimu musti beli 2 botol karena untuk motor Shell hanya menjual kemasan 1 liter sementara pzoo ini minta minum 1100-1200cc sisakan juga untuk tambahan jika oli menguap.

Kelistrikan

Kelistrikan pulsar menggunakan BCU, mirip ECU di mobil. Ada sensor filter, sidestand, temperatur dan oli. Jadi cukup canggih tapi jadi gak bisa main-main sembarangan soal kelistrikan. TIdak seperti motor jepang yang gampang ditambahain aseoris lampu/strobo/speaker sana sini. Pulsar juga bisa tapi harus oleh ahlinya, salah konek bisa mampus itu BCU.

Pzoo tidak punya kickstarter (moge style lagi 🙂 jadi musti ngerawat aki baik-baik ya, ngedorong pzoo akan membuat berkeringat kecuali jika Anda ada di jalan turun.

OBS

Saya memasang sebuah asesoris namanya OBS (Oil Breather SYstem) yaitu sebuah selang tahan panas yang terpasang di tutup oli dan tutup blok mesin yang bertujuan agar panas dari mesin bisa mengalir dibuang ke sebuah tabung pendingin yang ada dibawah jok. Teknologi ini biasanya dipasang di motor-motor racing. Untuk pulsar ini saya pikir cocok karena mesin pulsar lebih panas sebab terpasang 2 busi.

Harga

Harga seken pzoo (karena sudah tidak ada barunya) berkisar 9 – 12jutaan. DUlu barunya ditahun 2008-2009 katanya 19-20 jutaan. Jadi dengan dana 14 juta dirimu akan dapat sebuah motor bertenaga badak dengan assesoris seperti diatas.

Faktor budget adalah penting karena menurut saya tidaklah fair suatu komparasi cuma dengan spek teknis. Di lapangan, faktor kondisi sosial mustilah disertakan. Misalnya, jika Anda disuruh milih beberapa motor yang masing-masing sudah layak nyaman jalan untuk single turing, mana yang akan Anda pilih? motor harga 15juta atau motor harga 50juta?

Saya sendiri lebih memilih yang harga murah karena parkir gak kepikiran, jalan ditempat sepi gak ketakutan, lewat di jalan asing juga gak menarik perhatian. Kira-kira seperti itu, kecuali dirimu selalu turing dengan konvoi, faktor kondisi kriminal boleh dieliminasikan.

Overall, saya puas dengan motor ini.

Opsi lain

Jika ingin yang baru Anda masih bisa beli yg versi 135cc, 180cc atau yang 220cc. Pulsar 220 tenaganya lebih badak lagi. Dengan sedikit oprekan apalagi jika dimasukkan ke padepokan mas Londo di Jogja, kabarnya banyak yang tembus topspeed diatas 150kpj! WOw. Ingat, jika mesti pelan kenapa harus kencang, tapi jika musti kencang kenapa harus pelan.. 🙂

Saya sendiri sedang menantikan Pulsar 200NS yang dibranding sama Kawasaki. Baru dilaunching 2mingguan lalu di PRJ, sampai sekarang belum juga beredar disini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *
Email *
Website