Buat para penjual apapun, mungkin ini kisah yang bermanfaat.

Suatu hari saya berkeliling naik motor dengan istri bermaksud untuk membeli motor matic yang murah. Saya sudah browsing sebelumnya dan pilihan pencarian jatuh pada merek Kymco. Secara keperluan saya hanyalah untuk transportasi jarak pendek biar gak selalu pake motor turing yang besar dan berat untuk harian.

Saya tahu motor ini sudah discontinu, jadi jangan terlalu berharap seperti mopang-mopang yang masih bisa dijual lagi tanpa terlalu rendah purna jualnya.

Sejauh yang saya lihat motor ini pernah mengalami masa jaya khususnya di Bali. Banyak sekali kymco masih berseliweran disini. Mulai dari yang berpenampilan tidak terawat sampe yang bener2 mulus kinclong dengan berbagai modif yang bagus banget.

Jadi saya berkesimpulan motor ini tidak terlalu susah perawatan dan sparepartnya. Cocok untuk keperluan transportasi non branded.

Alkisah pada hari itu kami berkeliling dari dealer ke dealer motor bekas sambil menikmati hari libur. Sebenarnya saya juga tidak menutup kemungkinan untuk membeli mopang matic yang terjangkau dengan budget yang sudah saya siapkan maksimal 5.5juta.

Entah kenapa, 3 atau 4 dealer yang saya hampiri terkesan menutup diri. Nanya punya motor kymco apa ndak? Motor mio tahun 2005/6 punya ndak ? Mereka seperti malas bertanya kebutuhan saya apa, gimana kalo saya tawari ini dan ini.. mereka cuma bilang singkat ‘Nggak punya’

Padahal biasanya yang saya tau, kalo saya tanya ke orang-orang di jalan, justru mereka akan bilang Oke saya carikan bla bla bla.. dan mereka biasanya punya aja info semacam itu. Intinya mereka gak pengin konsumen atau calon konsumen lepas begitu saja.

Andaikan ada yang punya motor mio dengan harga 6 jt kemungkinan besar saya bisa kecantol karena saya tahu dengan budget segitu bisa dapat mio tahun 05 atau 06.

Sampai ketika di depan deler motor saya ketemu dengan seorang chin*se yang lagi parkir motor kymco. Rupanya dia memperhatikan saya sedang cari motor.

Singkat kata kami terlibat obrolan tentang kymco. Dengan pedenya dia cerita tentang berbagai macam type kymco dan kelebihan kekurangannya.

Kesan saya kepadanya adalah dia paham betul dengan produk knowledgenya. Bahkan dia langsung kasih pricelist dagangan yang dia punya.

Tanpa kesulitan saya tergiring untuk mengikuti ke alamat rumahnya yang meskipun berada terpencil di pojok kota tapi akhirnya sampe juga.

Ternyata dia memang mempunyai koleksi kymco yang banyak sekali dan kebanyakan dia hanya pilih type Easy100 yang katanya paling bandel. Dia seperti menyediakan saluran luncuran dimana saya sudah siap meluncur begitu saja. Padahal saya sudah bilang bahwa saya punya budget sekitar 3 keatas untuk Kymco tapi dia bilang dia punya yang harga 2 sekian. Dengan mulus terjadilah transaksi jual beli.

Sekarang, kymco ini sudah berumur 5 bulan ditangan saya dan ternyata memang bandel tidak ada kendala berarti, malah sudah dijadikan rental motor bulanan itung-itung nambah income.

Saya ingin bilang bahwa saya bisa merasakan si yang namanya Gunadi ini menjual dengan passion + knowledge. Mulai dari lirikan matanya yg menunggu ngobrol dengan saya, menerangkan berbagai macam type keunggulan dan kekurangannya, dia sendiri memang saya lihat lebih suka naik kymco meskipun di garasinya terparkir ninja250, harga yang dibawah budget meskipun baru kenal tanda dia jual beli longterm customer oriented, sampai mau mengantarkan motornya ke rumah. Plus memberi ban baru seminggu kemudian.

Isn’t that good huh?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *
Email *
Website