08186_libero1_122_118loUntuk sebuah motor seharga 4 juta, motor ini sangat maknyuss. Begitu naik, kesan pertama saya adalah mesin yang halus hampir tanpa getaran. Power tentu tidak terlalu garang, wong cuma 110 cc. Karakternya mengingatkan saya tentang mobil Mercy. Yaitu jika digas dia tidak langsung spontan, tapi akselerasinya seolah telat. Jika dulu saya tidak pernah nyetir mercy (A100) mungkin saya akan berpikir ini salah setting. Tapi ternyata memang didesign berkarakter begitu oleh engineernya. Maksudnya supaya tidak terjadi hentakan yang keterlaluan. Jadi faktor kenyamanan yang menjadi trademark mobil eropa tidak hanya di suspensi tapi juga di karakter mesin.

“Kymco itu jatuh harga jualnya!” Ya iyalah kalo beli baru, makanya justru enak buat yang beli seken. Itulah seninya cari-cari barang seken yang masih bagus, dan saya menikmatinya. Sekali-kali kita mencoba menikmati engineering design apa adanya tanpa mikir mau dijual kembali, maka akan kita lihat banyak barang bagus yang murah di pasaran.

Saya lihat, di industri otomotif, nama besar suatu brand sama abstraknya dengan nama besar seorang seniman di dunia industri seni. Dunia otomotif terlihat seperti bisa dihitung harga segala sesuatunya, mulai harga baut hingga komponen mesinnya. Tapi ketika sudah ditempelin suatu brand maka segalanya bisa berubah. Entahlah parameternya masih sedemikian abstrak dan bisa sangat dinamis.

Sebuah motor 50cc berlabel Honda gorilla bisa berharga 20juta dan
banyak dicari konsumen sementara spek yang sama berlabel Gazgaz cuma dijual 6juta itupun belom banyak yang mau. Memang beda material tapi andaikan si Gazgaz pun menyamai kualitas materialnya, saya yakin tidak serta merta selaris Gorilla. Why? karena namanya Honda.

Baru saja Honda menurunkan harga salah satu line-up sportnya yaitu CBR150 dari harga 42 terjun bebas ke harga 29 juta. Lho kok bisa? apakah berarti diawal HPP nya memang dibawah 29 juta? Terlepas dari sebagian FBH (Fanboy Honda) nya yang mencak-mencak karena ngerasa jadi bego aja, nyatanya harga motor pun bisa bisa abstrak kan? Mau diinvestigasi kemana? Memang banyak sekali analisa bla bla dr para komentator, tapi nyatanya itu seperti seorang pelukis suka-suka pak Honda dong kasih harga lukisannya. It’s an art, there is no exact price.

Oke, kembali ke Kymco, saya senang dan bahagia naik Kymco ini. Kymco adalah produk global dari Taiwan, bukan homeindustri seperti brand2 Cina yang gagal. Kualitasnya materialnya sebagus Jepang n Korea yang memang saya akui bagus.

Jadi saya tidak mengatakan produk jepang jelek dibanding Kymco, tapi kembali ke paragraf awal, untuk harga yang jauh lebih murah saya mendapatkan semua alasan teknis yang biasa Anda syaratkan untuk sebuah produk Jepang. Istilahnya valuable price. Purna jual? itu non teknis.

Seperti handphone, dengan spek yang sama-sama quadcore, Samsung dibandrol 4juta sementara Imo dibandrol 2juta. It’s all about branding. And it’s all about how much you pay for a brand.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *
Email *
Website