sapi-australiaDulu di sekitar tahun 1500 SM, pernah ada kisah suatu rakyat yang suka ngeyel. Alkisah mereka diberikan seorang Nabi kemudian Nabi tersebut mengabarkan bahwa mereka diperintahkan untuk menyembelih seekor sapi betina. Rakyat tersebut ngeyel level 1 “Beneran? apa nanti kita gak jadi bahan ejekan ?”

Nabi menjawab bahwa itu memang benar perintah Tuhan. Rakyat ngeyel lagi tingkat 2 “Oke kalo gitu tolong tanyakan ke Tuhan, sapi yang seperti apa yang diinginkan?”

Nabi menjawab dengan sabar, “Sapi yang tidak tua dan tidak muda, sudahlah kerjakan..”

Alih-alih segera patuh bekerja lalu selesai, rakyat ternyata ngeyel level 3, “Coba tanya lagi, sapinya mau yang warna apa?”

Nabi sabar lagi menjawab, “Sapi betina yang kuning tua warnanya dan terlihat menyenangkan bagi yang melihatnya..”

Sampe disini level kesulitan mencari sapi menjadi semakin meningkat dikarenakan kengeyelan yang mereka buat sendiri. Tapi entah apa yang ada di jiwa mereka, ternyata rakyat tersebut masih nambah ngeyel level 4, “..ya Nabi, gini, kami belom bisa kerjakan soalnya detailnya belom jelas. Please coba tanya lagi deh,.. sapi yang gimana itu detailnya Kalo udah jelas nanti pasti kami akan cariin?”

Nabi menjawab, “Tuhan berfirman, sapi yang dimaksud adalah sapi betina yang belum pernah dipakai untuk membajak tanah dan tidak pula untuk mengairi tanaman, tidak bercacat, tidak ada belangnya.”

Rakyat tersebut akhirnya tidak punya alasan lagi untuk bertanya dan mereka dengan susah payah mencari sapi tersebut dan akhirnya berhasil menemukannya setelah hampir-hampir tidak berhasil.

Kacaunya, itu adalah bukan kali pertama rakyat tersebut ngeyel. Banyak sekali urusan-urusan lain yang bikin sang Nabi geregetan karena kengeyelan mereka. Pernah gak mau kerja tapi minta makanan dari langit, pernah diberi kebebasan dari musuh tapi gak mau berterimakasih, lalu minta pengin melihat Tuhan dan sebagainya. Untungnya Nabi mereka yaitu Musa or Moses AS super sabar hingga diberi gelar Ulul Azmi.

Alhasil, itu adalah 100% kisah nyata yang sebegitu pentingnya hingga diabadikan dalam Alquran (Albaqarah 67-73) dan juga di Alkitab, tentang watak suatu rakyat di suatu masa yang berlagak pede berlagak pinter dan over komentator kritis.

Sekarang ini di Indonesia ada euforia suara rakyat, people power. Bahkan sering kita dengar suara rakyat suara tuhan. Rakyat bersatu tak bisa dikalahkan. Eit, sabar dulu boss..

Memang sering kali satu sosok pemimpin gampang menjadi obyek nasihat karena individunya satu dikeroyok banyak komentar, apalagi ditambah banyaknya medsos yang memungkinkan setiap orang bersuara, tapi kali ini saya ingin mengatakan bahwa rakyat pun bisa salah. Rakyat yang katanya tidak mungkin direkayasa pun bisa seketika bersama-sama bertindak bodoh, meskipun individunya terdiri dari orang-orang berpendidikan tinggi.

Anda bilang tidak mungkin? lalu kisah bani Israil tadi diatas gimana? Entah bagaimana waktu itu mereka bersepakat untuk ngeyel, apakah kumpul2 di warung kopi atau saling kirim broadcast atau mungkin diskusi di grup atau pake teknik bendera simapore, atau ada provokatornya, saya gak nemu referensinya, yang jelas orang sebanyak itu bisa bersepakat untuk ngeyel kepada Tuhan. Mereka tidak seberani kita mengatakan bahwa suara rakyat suara tuhan karena mereka tahu bahwa mereka sedang berdialog dengan Tuhan.

Jadi moral story is kita ini yang sedang berposisi sebagai rakyat juga musti selalu eling lan waspada. Suara rakyat belum tentu suara Tuhan. Rakyat yang sedang bebas berkomentar sekarang ini perlu saling menahan nafsu dan keangkuhannya sehingga tidak sampe jadi bangsa ngeyel yang akan jadi kisah di kemudian hari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *
Email *
Website