Kabel Data Lagi tentang Ipad, namun ini cerita bukan tentang Ipad, tapi Ipad hanya terlintas di pikiran ketika peristiwa ini terjadi.

Suatu hari saya berkendara bersama keluarga keliling kota lalu ingin mencetak foto di printshop digital yang banyak tersebar dimana-mana sekarang. Sayangnya saya tidak bawa flashdisk dan foto yang akan dicetak ada di handphone.

Mengherankan, 3 atau 4 printshop besar dan terkenal di kota ini tidak bisa menerima lantaran tidak punya kabel data untuk memindah foto dari hape ke computer. OMG, printer modal ratusan juta tapi mereka miss kabel data seharga 25ribu! Susahnya saya pas lagi bawa mobil sehingga tidak bisa parkir pindah-pindah. Saya kemudian berjalan-jalan disepanjang pertokoan mau beli kabel data.

Sampe di sebuah konter saya menanyakan apakah mereka menjual kabel data buat hape Android / BB. Perkiraan saya sih gak mahal-mahal amat lah, lagian kalo terlalu mahal saya mending cancel aja acara cetak fotonya. Saya punya segala flashdisk dan kabel data di rumah. Lha wong cetaknya Cuma 3000 rupiah.

Entah kenapa si owner yang tadinya duduk2 dimeja –seorang bapak muda yang ganteng- nanya dengan ramah anak saya kelas berapa kemudian diam-diam menyuruh salah seorang karyawannya menyelipkan uang 5000ribu kepada Izzi anak saya. Tak lupa mereka mempersilahkan duduk sambil nunggu cari-cari kabel. Wah kebetulan ni cuaca sedemikian panas walau malam hari segelas air serasa berfungsi maksimal.

Ternyata kabel saja tidak ada, harus beli sama chargernya 100ribu. Wah maaf, saya bilang, kalo gitu cancel aja, wong ini tadi Cuma mau print foto tapi filenya di hape dan tokonya gak punya kabel data. Surprised! Pak muda yang ramah menyuruh pake aja ini kabel data yang ada, nanti bisa dikembalikan. Saya kasih uang jaminan pun ditolaknya sambil terus senyum. Anak saya sampe terheran-heran.

Yawdah alhasil saya bawa gitu aja kabel datanya dan ngprint dengan sukses. Izzi terus-terusnya bilang ‘Omnya baik ya’. Begitulah akhirnya saya balikin kabel datanya sambil saya selipkan sebatang silverquin buat karyawannya yang saya yakin akan ditolak oleh si ownernya jika tau.

Gak bisa saya bayangkan bila filenya ada didalam Ipad yang begitu sulit mentransfer file ke computer lain apalagi ditengah kondisi darurat seperti itu. Dan moral cerita nya adalah kebaikan si om ini pasti akan diingat oleh Izzi anak saya.

Ipad tuh ya, udah mahal, ribet cara pakenya dan anehnya susah buat pindah2 file. Terus terang dalam mindset saya produk2 apple itu adalah gaya dan mahal. Sementara fungsinya untuk penggunaan para common user adalah rata-rata bahkan cenderung kurang fungsional. Aneh memang bahwa pembelinya begitu laris manis. Taruhlah contoh Iphone 6 kalo gak salah harganya 13juta man! Bagi saya itu sow too much. Sepenting apakah membawa benda 13juta ditenteng kemana-mana? Saya baru mau kalo ada fitur anti jatuh dan anti ketinggalan atau anti hilang.

Secara memang saya memandangnya dari segi fungsi. Telp, sms, chat, email, browsing. Itulah fungsi dasar sebuah handheld. Lain perkara jika kita membahas segi lifestyle nya, ukurannya bisa unlimited, which is jika kebablasan maka yang terjadi adalah pemborosan sumber daya dunia. Atau mewakili sebagian kata hedonisme.

Dalam sebuah dialog di film hollywood (lupa judulnya), seorang milyuner berkata kepada koleganya, ‘hidupmu mewah sekali, banyak barang disekelilingmu yang hanya pemborosan’ dia menjawab ‘ya, itulah kapitalisme, memangnya untuk apa jika tidak kita boroskan?’

Demikian dongeng buat cucu dari kakek ya hehe 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *
Email *
Website

Unable to load the Are You a Human PlayThru™. Please contact the site owner to report the problem.