Ndusel adalah tanda cinta. Jika udah cinta maka seneng ndusel. Jika seneng ndusel maka itu karena cinta. Jika istri Anda nggak ndusel berarti dia gak cinta, jika anak Anda ndak ndusel berarti Anda kurang dicinta, jika teman Anda nggak ndusel, mungkin Anda kurang lovely. Maka jika ingin menumbuhkan rasa cinta, mulailah belajar ndusel.

Sepertinya gusti Allah secara tidak langsung mengarahkan hambanya untuk cenderung merapat satu sama lain. Di lingkup kampong, kenapa sih musti ngumpul di mesjid? Di lingkup dunia kenapa sih musti ngumpul di makkah? Kotak kecil segitu musti dijadikan meeting point dari jutaan manusia, yang terjadi adalah rapatnya lautan manusia. Mau gak mau mereka harus beruyel-uyelan, berhimpitan mesra satu sama lain.

Jika kita punya pasangan, atau punya anak atau orang tua atau saudara, teman, sahabat, maka kemesraan yang dalam bisa kita rasakan ketika kita bisa memeluknya, merasakan tekanan di syaraf motorik badaniah kita. Tentunya dengan latar belakang kemesraan ruhani sebelumnya. Semakin erat kita nyaman tertekan oleh pelukan semakin eratlah hubungan jiwa antarnya. Allah sebagai designernya pastinya tahu betul itu, sehingga memberikan agenda-agenda kegiatan supaya mereka sering bersama dan berdesakan yang tujuannya menciptakan hubungan kedamaian bagi manusia sendiri.

Dulu jika para pegawai perusahaan tidak kompak mereka akan dikirim ke sebuah seminar, dinasehatin, dimotivasi dan sebagainya, tapi rupanya sejak seminar ngomong doang dirasa kurang efek, maka seminarnya mulai diadakan di camp-camp pelatihan, dimana pesertanya disuruh gendong-gendongan, peluk-pelukan, pegang-pegangan, remes-remesan, tarik-tarikan, dorong-dorongan, tak lain supaya merasakan rangsangan di syaraf motoriknya. Yang akhirnya paham bahwa jika kamu menempelkan badan, maka jiwa gengsimu, jiwa sombongmu, jiwa jaimmu, dan jiwa-jiwa negative lainnya yang berasal dari asumsi-asumsi pangkat, jabatan, keturunan, kecantikan fisik, wa alihi wasahbihi, akan tereduksi secara signifikan.

Betapa dunia akan semakin bertambah unstabil jika setiap orang inginnya menjaga jarak karena egonya. Malaikat di langit atas akan melihat molekul-molekul manusia ini menjadi renggang seperti spon, namun jika mereka merapat maka kita akan terlihat padat merapat seperti besi, which is good. Karena dalam hukum alam semesta yang terus bergerak ini, suatu benda yang tidak berat dan solid maka dia akan terlepas dari lintasan. Musnah muspro dadi entute alam semesta.

Begitulah kira-kira Nabi menyuruh umat muslim berkumpul di mesjid, berbaris lurus menghadap kiblat, tempelkan kaki dan badan satu sama lain, jangan alergi, paksakan saja awalnya, supaya masuk gesekan di syaraf motorik kita, uyel-uyelan, anget-angetan, yang kemudian terjalin cinta dalam hati kepada sesama manusia.

Wallahua’lam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *
Email *
Website

Unable to load the Are You a Human PlayThru™. Please contact the site owner to report the problem.