ame harleyGimana ya rasanya naik Harley Davidson? Ternyata ya begitulah.. Suatu malam, gak sengaja diajak teman untuk mencoba mengendarai Harley Davidson. Sebenarnya ada beberapa tipe yang ditawarkan, HD Electra Glide 1500cc dan HD Ultra Classic 1300cc. Saya milih yang classic aja karena terlihat lebih kecil, maklum newbie 🙂 Yang Electra terkesan bongsor banget.
Ceritanya baru pertama kali ini naik HD asli. Sejenak ada rasa ragu seperti apakah bawa motor sebesar itu ukuran dan powernya.. tapi rasa ragu lebih tertutupi oleh rasa penasaran saya. Kapan lagi bisa ada kesempatan coba naik HD kalo duit sendiri sepertinya eman-eman belum levelnya, sewanya 2.5 juta / hari.. itupun musti deposit dulu 10 juta / motor di Harley Mabua Kuta.
Okey, singkat cerita pake celana, sepatu boot dan glove lengkap, dan saya pun berada diatas HD. Starternya gak seperti motor kecil, ada kunci yang dimasukkan kemudian ada kenop diatas tangki yang musti diputar ke posisi ON. Masih tambah lagi tombol di stang untuk Engine Cut/Run, lalu ada tombol lagi di sebelahnya untuk Start. Ealah.. ribet cuy.. hehe

Start, dan mesin pun menderu berisik ciri khas HD. HD Classic ini seatnya rendah, kaki saya menapak sempurna di tanah. Tapi jangan coba-coba miring dalam posisi diam, dijamin roboh karena begitu berat. Jadi naik HD ini musti pintar menjaga posisi tegak motor.
Perpindahan giginya sama seperti motor2 laki pada umumnya. Masuk gigi satu rasanya ada benda besar dalam mesin yang berpindah! Gak alus blas haha!.. Meskipun baru pertama pegang HD di antara para pengendara lainnya, tapi saya merasa cukup pede karena yakin tekniknya sama saja dengan motor2 yang pernah saya kendarai hanya ukurannya bikin musti ekstra hati-hati. Suaranya memang garang dan menakutkan tapi gak akan lari selama kita tekan koplingnya, jadi dengan satu sentuhan tangan kiri saja monster ini sudah jinak di tangan saya (ya iyalah.. lah wong dikopling.. 🙂
Saya bisa panjang lebar mereview performa teknis HD ini tapi kali ini enggak. Setelah 10 menit mengendarainya saya sudah mulai bisa adaptasi dan berani melaju. Powernya melimpah, hanya tinggal tanya nyali Anda seberapa mau mengambilnya. Kemudian dari pengalaman sebentar ini saya jadi tahu bahwa mengendarai Harley seperti peribahasa sengsara membawa nikmat!
1300 atau 1500 cc adalah ukuran mesin mobil Avanza. Mobil Avanza melengkapinya dengan radiator besar dan kipas yang selalu muter untuk meredam panas, kemudian meredamnya lagi dengan lapisan matras anti panas supaya penumpang dalam mobil tidak merasakan panas. Lah kok di HD ini Anda terang-terangan duduk diatas mesinnya cuy!! Yang terjadi adalah kaki terutama paha sebelah dalam puanasssss !! Jika mobil ketika posisi diam bisa dibantu kipas, lha di HD ini gak ada kipasnya, maka tidak ada cara lain bagi HD untuk mendinginkan mesin kecuali musti jalan cepat, memanfaatkan hembusan angin. Semakin kencang semakin mesin terdinginkan, semakin pelan atau macet, maka rasakanlah azab duduk diatas mesin!
Waktu konvoi di malam itu, kami mampir di apotik untuk beli salep karena ada salah satu anggota yang lagi istirahat di hotel gak bisa ikut karena pahanya jadi setengah mateng gara-gara siang hari tadi konvoi HD dan macet. Oalah..
Jadi, sodara2, jika sekarang Anda melihat para pengendara HD atau moge lain melintas dengan kencang, tolong jangan marah dulu.. sebenarnya mereka sedang mengipasi diri biar gak mateng diatas motor. Kasihan. :p

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *
Email *
Website