Bagi penghuni rumah yang tidak ngerti asal usulnya, tidak tahu riwayatnya, tidak mau berpikir dewasa dan atau alay, adanya pagar di rumahnya mungkin sering digagalpahami. Yang membatasi lah, jadi tidak bisa ngelihat keluar lah, gak terlihat kegunaannya lah, malah bikin sempit gerak lah..

Pagar memang tidak ada di dalam rumah. Tidak ada ketika mereka asyik have fun memasak ria, nonton tivi, karaoke atau lagi berendam di bath up. Pagar rumah memang tidak sering terlibat dalam kegiatan mereka sehari-hari. Bahkan dalam beberapa saat pagar sering menjadi pelampiasan ketika mereka yang di dalam rumah sedang emosi. Mereka melempar barang-barang, memukul-mukul hingga mengenai pagar, dan kadang-kadang bertanya apa yang sedang diperbuat pagar diluar situ.

Tanpa disadari, pagar rumah ditabrak mobil dari luar, dilempar batu dan kotoran juga dari luar. Di saat mereka tidur, pagar memberi batas area dari para penjahat sekaligus menjadi tanda identitas para penghuni di dalamnya. Orang luar menjadi segan dan memandang hormat kepada siapapun yang dikenal tinggal di dalam pagar tersebur.

Luka-luka ditabrak dari luar tidak terlihat dari dalam dan luka-luka akibat keributan di dalam tidak dilihat oleh orang luar. Karena ada pagar.

Mari kita sayangi pagar. Mungkin dia adalah ayah atau suami kita.

#eaaa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *
Email *
Website