Ini buat yang mungkin awam belum tahu saja, yang sudah tahu ya sudah. Terlepas dari berbagai macam teori tentang investasi, sejarah, nostalgia, banyaknya rombongan dan sebagainya yang bisa jadi benar semua, bahwa sedang kita saksikan beberapa hari ini betapa heboh dan meriahnya kita sedang menyambut dan melayani seseorang bernama bapak Salman putra bapak Abdul Aziz almarhum.

Siapakah dia? Dia adalah seorang raja. Iya betul. Dia juga adalah seorang pelayan. Betul juga. What? Iya memang. Dia tidak sungkan bahkan sangat bangga menyebut dirinya seorang pelayan. Arabicnya ‘Khadim’, englishnya ‘helper’ atau ‘servant’, bahasanya ‘pelayan’ atau ‘pembantu’, kasarnya ‘babu’.

Jadi dia cuma seorang pelayan?? yes he is. Seorang pelayan saja bisa menjadi semulia itu? membuat kita semua memuliakannya sebegitunya? Meniru kata pak Donaltram yang heran, ‘What the hell is going on??

Kenapa kok bisa begitu? Iyalah karena pak Salman melayani seseorang yang sangat mulia. Pak Salman sering dipanggil ‘Khadimul haramain’ Pelayan dua kota suci. Kedua kota itu menjadi suci lantaran peninggalan dan perjuangan dari Nabi Muhammad saw.

Padahal sekarang ini pak Salman tidak melayani langsung karena Nabi Muhammad saw sudah tiada. Pak Salman hanya melayani tamu-tamu Nabi yang datang kesitu. Begitu saja sudah seperti itu kemuliaan yang diterimanya. Jadi bisa kita bayangkan betapa besar dan mulianya Nabi Muhammad saw itu sendiri.

Allohumma salli ala sayyidina Muhammad.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *
Email *
Website