Medsos rupanya semakin merubah peradaban kita. Dari mulai dahulu orang masih gaptek tidak tahu apa itu, lalu mulai coba-coba posting status atau foto, masih malu-malu juga. Setelah itu semakin lama semakin pewe, mulai ada istilah foto narsis, selfie, wefie dsb. Orang pada semakin pandai merangkai kata, membuat cerita, yang suka foto juga semakin pintar mengolah, menggabung dan mengayakannnya dengan tulisan-tulisan.

Pembuat medsos sendiri sangat proaktif untuk melayani kesenangan orang-orang ini dengan semakin mengembangkan fitur supaya lebih gampang, lebih cepat lebih lengkap dan lebih addicted. Serentak juga para operator pulsa mengerahkan kekuatan tenaga gaib koneksinya supaya menjangkau lebih luas areanya, lebih murah harganya, dan lebih sulit unreg-nya. Klop wes, kata orang Jawa ‘tumbu oleh tutup’.

Lalu semakin kekini medsos menjadi semakin agresif dan powerful. Posting yang awalnya cuma untuk aktualisasi diri dan ajakan malu-malu kini dia bisa empowering menjadi sindiran, hujatan, serangan, bantah-bantahan. Yang awalnya sekedar share, kini bisa attack, propagate, kill, defend, lie, etc.

Dunia medsos yang awalnya seperti pembangunan kampung baru dengan taman-taman bunga bermekaran warna-warni penuh cinta dan harapan kini sebagian besar sudah melaju pesat menjadi metropolitan yang menegangkan dengan tingkat intrik dan kriminalitas yang tinggi komplek. Beberapa anak gaul menyebutnya gokil banget, kata lain dari ironis.

Lebih gokil lagi, manusia dan medsos mulai saling menyalahkan. Manusia bilang medsos lah yang merubah perilaku mereka, medsos bilang ‘lha kan agan sendiri usernya ?’

Para jurnalis di media sudah selalu memakai majaz personifikasi untuk menggambarkan dunia medsos menandakan betapa hidupnya mahluk itu. Bahkan postingan, tulisan status dsb karena semakin powerful maka sering disamakan dengan tembakan senjata. Jadi setiap satu posting terdengar satu senapan meletup. Dezing! Jika statusnya dari orang yang agak terkenal maka suaranya agak keras, Jedar!. Jika yang posting terkenal atau blom begitu terkenal tapi berani jadi tercemar, apalagi memang tulisannya mengandung kata-kata cespleng, maka mungkin sudah kategori meriam, Jedduar! Jika orangnya sangat terkenal, lebih meningkat lagi kategori mortir, Jedddiiyarrrr! Moddyar koweee!
(to be continued)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *
Email *
Website