Baru pertama kali ini saya motoring ke Malang pakai matic. Sebelum-sebelumnya selalu pakai motor laki 200-250cc. Secara kemarin semua motor laki saya jual karena dah kurang fungsional lagi, lalu saya melihat ada satu spesies matik gambot 150cc bernama Yamaha Nmax.

Lama saya cari-cari biografi dan biodatanya. Berapa horse power dan weightnya, ternyata 14.8HP / 127kg ketemu Power weight rationya 0.12. Not too bad.

Selama ini saya bayangkan naik skutik untuk jarak jauh itu capek. Ialah karena didepan perut tidak ada tangki yang amat berguna untuk menahan desakan beban tubuh ketika braking which is mungkin tidak terlalu terasa untuk jarak pendek tapi akan sangat signifikan untuk jarak jauh apalagi jika kita membawa boncenger.

Singkat kata akhirnya saya putuskan meminang NMAX second 2016 standar dengan segala kurang lebihnya. Pasang knuckle + braket + box Shad40, standard gak pake wiuw wiuw. Bismillah 17/06/17 cuss dari dps ke malang sama istri berduaan. Asiik..

Review NMAX
Shockbreaker keras jika sendirian tapi pas banget untuk berboncengan. Tenaganya cukup untuk riding romantis, bukan speed freak. Akselerasinya cukup nampol untuk ukuran matik. Cornering dan selap selip truk n bus cukup pede.

Olinya saya pakai Shell Helix 10W-30. BBMnya saya cekokin pertamax terus. Full to full dapatnya 40km/liter. Dengan gaya berkendara luar kota agak ugal-ugalan, okelah tergolong ramah di kantong.

Seperti yang saya posting di FBgrup NMAX, motor ini cukup terpengaruh oleh kondisi cuaca. Malam hari atau cuaca dingin si emax jadi ngejoss, tapi siang hari saat cuaca terik si emax jadi loyo. Cukup signifikan terasa. Belakangan saya pasang alat ITC + adpower untuk memanipulasi udara, yang akan saya review di artikel lainnya.

Riding position? beneran pegel oey! Pinggangku sakit, entahlah faktor u juga sudah mulai pengaruh kali ya tapi confirmed buat saya untuk touring jauh bentuk motor laki lebih ramah buat punggung. Enaknya kaki dan tangan gak pegel ganti kopling. Mungkin next time untuk turing perlu dimodifikasi jok yang lebih berbentuk.

Perjalanan turing kali ini memang santai saya punya waktu panjang seminggu lebih makanya kali ini saya gak ngoyo. Berangkatnya lewat Bedugul Singaraja, lebih jauh biar dapat lihat pemandangan lain, masih pake nginep di hotel begitu pula pulangnya. Masih sempat explore wisata malam di Banyuwangi. Pokoknya enjoying the trip.

Alhasil kami sampai kembali di Denpasar dengan selamat sentosa, mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan NMax Indonesia. Alhamdulillah zero accident.

Oh ya, setelah menempuh 1000km si emax tetap fit n strong. Tidak ada gejala stress mesin karena digeber terus dalam jangka waktu singkat. 1 jempol dariku teruntuk Yamaha built quality. 🙂

Sekian riding report kali ini, sampai jumpa di RR selanjutnya! 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *
Email *
Website